Cyberkrimsus.web.id
Bitung, Sulawesi Utara – Niat mengamankan seorang remaja dari kemarahan warga justru berujung laporan polisi bagi tokoh masyarakat Bitung Timur, Rinto Pakaya alias Haji Tito.
Peristiwa ini bermula dari kebakaran rumah yang terjadi pada 12 Januari 2026. Seorang remaja setempat sempat dituding warga terlibat dalam insiden tersebut. Dugaan itu memicu emosi massa hingga situasi di lokasi sempat memanas dan dikhawatirkan berujung pada tindakan main hakim sendiri.
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Haji Tito bersama beberapa warga kemudian menjemput remaja tersebut dan membawanya ke kediamannya guna diamankan sementara. Menurutnya, langkah itu dilakukan semata-mata demi keselamatan remaja tersebut.
Haji Tito mengaku langsung menghubungi pihak kepolisian agar segera menjemput remaja itu. Ia bahkan meminta kendaraan polisi diparkir di dalam halaman rumahnya agar tidak memancing perhatian massa, sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya penganiayaan saat proses penjemputan.
Dalam sejumlah rekaman video warga, terlihat kerumunan masyarakat sempat mendatangi lokasi. Namun massa disebut dihalau oleh Haji Tito dengan menutup pagar rumah agar tidak ada yang masuk ke dalam halaman.
Selanjutnya, remaja tersebut dibawa ke Polsek Maesa dan kemudian ke Polres Bitung untuk pemeriksaan. Setelah menjalani proses hukum selama lima hari, ia dibebaskan karena tidak terbukti terlibat dalam kebakaran.
Namun pihak keluarga menilai proses pengamanan tersebut justru menimbulkan trauma. Mereka menduga anak mereka mengalami tekanan, ancaman, serta kekerasan fisik selama berada di lokasi. Atas dugaan itu, keluarga melaporkan kasus ini ke Polres Bitung dengan nomor LP/B/90/I/2026/SPKT/Polres Bitung/Polda Sulut, serta meminta pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
Menanggapi laporan tersebut, Haji Tito membantah seluruh tudingan kekerasan maupun intimidasi. Ia menegaskan tidak pernah melakukan penamparan, ancaman, ataupun tindakan fisik terhadap remaja tersebut.
“Justru saya amankan supaya dia tidak dihakimi massa. Saya hubungi polisi agar segera dijemput. Tidak ada kekerasan seperti yang dituduhkan,” ujarnya.
Ia juga menyebut, sebelum laporan dibuat, orang tua remaja bahkan sempat datang bersama pemerintah setempat untuk menyampaikan terima kasih atas upayanya mengamankan anak mereka. Karena itu, ia mengaku terkejut dengan munculnya laporan polisi tersebut.
Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman dan klarifikasi terhadap semua pihak guna mengetahui secara utuh kronologi kejadian serta memastikan duduk perkara yang sebenarnya. { RED }