BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial

Perkuat Reformasi Birokrasi, Lapas Pamekasan Fokus Pembangunan ZI Tahun 2026

PAMEKASAN | CYBER KRIMSUS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan menunjukkan komitmen kuat dalam membangun tata kelola yang bersih dan profesional dengan mengikuti Sosialisasi Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas (ZI) Tahun 2026 yang digelar secara virtual oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan yang berlangsung di ruang Media Center Lapas Pamekasan ini diikuti langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan, Syukron Hamdani, bersama Ketua dan Tim Pembangunan Zona Integritas. Langkah ini menjadi bagian strategis dalam mempercepat pencapaian predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Dalam arahannya, Inspektur Wilayah I, Iwan Santoso, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas tahun 2026 harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan berjenjang. Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap mekanisme pengusulan WBK dan WBBM agar setiap satuan kerja mampu bersaing secara optimal.

Tak hanya itu, kalender kerja evaluasi Zona Integritas 2026 turut dipaparkan sebagai panduan utama bagi seluruh instansi dalam menjalankan tahapan pembangunan hingga evaluasi. Hal ini menjadi fondasi penting untuk memastikan proses berjalan efektif dan sesuai target nasional.

Menariknya, hasil evaluasi tahun sebelumnya juga menjadi sorotan utama. Tim Nasional mencatat masih adanya capaian kinerja yang belum maksimal serta penetapan target yang cenderung menurun. Kondisi ini dinilai dapat menghambat percepatan reformasi birokrasi jika tidak segera dibenahi.

Selain itu, inovasi di bidang pengawasan dinilai belum optimal. Padahal, aspek ini memiliki peran krusial dalam mencegah potensi penyimpangan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, seluruh satuan kerja didorong untuk menghadirkan inovasi yang lebih progresif dan berdampak langsung.

Menanggapi hal tersebut, Kalapas Pamekasan, Syukron Hamdani, menegaskan kesiapan jajarannya untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. Ia memastikan bahwa hasil sosialisasi ini akan segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret yang berfokus pada peningkatan kinerja, inovasi, serta pelayanan publik.

“Komitmen kami jelas, membangun Zona Integritas bukan sekadar target administratif, tetapi bagian dari transformasi menuju birokrasi yang bersih, transparan, dan melayani,” tegasnya.

Melalui penguatan strategi dan evaluasi berkelanjutan, Lapas Pamekasan optimistis mampu menghadapi proses pembangunan Zona Integritas tahun 2026 sekaligus meraih predikat WBK dan WBBM sebagai bukti nyata reformasi birokrasi yang berdampak. Sof
Baca Juga
أحدث أقدم
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
CYBERKRIMSUS
FIRM AND CORRECT