BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial

Wakapolda Sulut Tinjau GOR KONI Sario Pasca Gempa M 7,6, 1 Korban Jiwa, Polisi Pastikan Situasi Aman

MANADO | CYBER KRIMSUS - Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono turun langsung meninjau kondisi GOR KONI Sario, Manado, yang mengalami kerusakan serius akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 pada Kamis (2/4/2026).

Dalam keterangannya, Wakapolda mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, mengingat wilayah Sulawesi Utara berada di jalur rawan gempa atau Ring of Fire, sehingga potensi gempa susulan masih bisa terjadi sewaktu-waktu.

Peninjauan tersebut dilakukan setelah adanya laporan kerusakan infrastruktur yang mengakibatkan korban jiwa. Dari hasil sementara, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan di lokasi kejadian.

Di lokasi, aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi guna mengamankan area serta mendukung proses investigasi lebih lanjut.

Selain itu, Wakapolda bersama pejabat utama Polda Sulut memastikan bahwa proses evakuasi dan pengamanan berjalan optimal, sekaligus meminimalisir risiko tambahan bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, berdasarkan hasil koordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah pesisir, termasuk Bitung dan sekitarnya, dipastikan tidak terjadi kenaikan air laut yang signifikan. Potensi tsunami juga dinyatakan telah terlewati.

Pihak kepolisian bersama instansi terkait saat ini masih terus melakukan pendataan dampak gempa serta patroli mitigasi di berbagai wilayah, termasuk Likupang dan Minahasa Utara.

Data resmi dari BMKG menyebutkan bahwa gempa tektonik terjadi pada pukul 05:48:16 WIB atau 06:48:16 WITA, dengan koordinat 1.25 LU dan 126.27 BT pada kedalaman 62 kilometer. Pusat gempa berada di laut, di antara wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

Wakapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau terlihat tidak stabil saat terjadi guncangan.

Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah terdampak dilaporkan tetap kondusif, dengan aparat gabungan terus bersiaga di lapangan. Sof
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
CYBERKRIMSUS
FIRM AND CORRECT