TALAUD | CYBER KRIMSUS - Pascagempa bumi berkekuatan 7,2 magnitudo yang mengguncang wilayah perairan Sulawesi Utara pada Kamis pagi (2/4/2026), situasi pesisir di wilayah Kepulauan Talaud dipastikan tetap aman dan terkendali.
Hasil pemantauan langsung jajaran Polsek Melonguane menunjukkan tidak adanya tanda-tanda anomali laut maupun kerusakan signifikan di sepanjang garis pantai. Kondisi air laut hingga pukul 09.24 WITA dilaporkan masih dalam batas normal, termasuk di area strategis seperti Pelabuhan Melonguane dan pelabuhan speedboat.
Dipimpin oleh Kapolsek Melonguane, IPDA E.V. Gagola, S.H., personel kepolisian langsung bergerak melakukan penyisiran di titik-titik rawan pesisir. Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk respons preventif guna memastikan keamanan masyarakat pascagempa.
Selain pemantauan, petugas juga aktif memberikan edukasi kepada warga yang beraktivitas di sekitar pantai. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi atau hoaks yang kerap muncul setelah bencana.
“Kami memastikan kondisi perairan dan keamanan wilayah Melonguane tetap aman dan kondusif. Masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan,” tegas IPDA E.V. Gagola.
Di sisi lain, aparat kepolisian menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kewaspadaan terhadap potensi perubahan kondisi alam. Warga diminta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda mencurigakan di wilayah pesisir.
Kegiatan patroli yang dilakukan berakhir dalam situasi aman, lancar, dan terkendali. Pihak kepolisian juga terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pemantauan perkembangan situasi berjalan optimal dan real-time. Sof